ZHENJIANG IDEAL OPTICAL CO., LTD.

  • Facebook
  • twitter
  • LinkedIn
  • YouTube
spanduk halaman

blog

Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang lensa fotokromik?

Dengan semakin panjangnya jam siang hari dan semakin intensnya sinar matahari, saat berjalan di jalanan, mudah untuk melihat bahwa semakin banyak orang yang mengenakan lensa fotokromik dibandingkan sebelumnya. Kacamata hitam resep telah menjadi sumber pendapatan yang terus meningkat di industri ritel kacamata dalam beberapa tahun terakhir, dan lensa fotokromik tetap menjadi andalan penjualan musim panas yang stabil. Penerimaan pasar dan konsumen terhadap lensa fotokromik berasal dari gaya, perlindungan terhadap cahaya, dan kebutuhan terkait mengemudi.

Saat ini, semakin banyak orang menyadari kerusakan yang dapat ditimbulkan sinar ultraviolet pada kulit. Tabir surya, payung, topi baseball, dan bahkan penutup lengan dari sutra es telah menjadi barang penting untuk kegiatan di luar ruangan pada musim panas. Kerusakan sinar UV pada mata mungkin tidak langsung terlihat seperti kulit yang terbakar matahari, tetapi dalam jangka panjang, paparan berlebihan dapat menyebabkan konsekuensi yang lebih parah. Penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula terkait usia telah terbukti memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan paparan UV. Saat ini, konsumen Tiongkok belum memiliki konsep yang seragam tentang "kapan harus memakai kacamata hitam" berdasarkan kondisi sinar matahari. Seringkali, lingkungan pencahayaan luar ruangan sudah membutuhkan perlindungan cahaya, tetapi sebagian besar konsumen merasa itu "tidak perlu" dan memilih untuk tidak memakainya. Dengan latar belakang ini, lensa fotokromik, yang memberikan koreksi penglihatan dan perlindungan cahaya tanpa perlu dilepas seperti kacamata hitam biasa dalam berbagai kondisi, semakin diterima oleh banyak orang.

lensa fotokromik
abu-abu fotokromik

Prinsip perubahan warna pada lensa fotokromik didasarkan pada "fotokromisme." Di luar ruangan, lensa ini menjadi lebih gelap menyerupai kacamata hitam dan kembali jernih dan transparan di dalam ruangan. Karakteristik ini terkait dengan zat yang dikenal sebagai perak halida. Selama proses pembuatan, produsen lensa memasukkan mikrokristal perak halida ke dalam lapisan dasar atau lapisan film lensa. Ketika terkena cahaya yang kuat, perak halida terurai menjadi ion perak dan ion halida, menyerap sebagian besar sinar ultraviolet dan sebagian cahaya tampak. Ketika cahaya di lingkungan meredup, ion perak dan ion halida bergabung kembali menjadi perak halida di bawah aksi reduksi oksida tembaga, menyebabkan warna lensa menjadi lebih terang hingga kembali jernih dan transparan.

Perubahan warna pada lensa fotokromik adalah hasil dari serangkaian reaksi kimia reversibel, dengan cahaya (termasuk cahaya tampak dan ultraviolet) memainkan peran penting dalam reaksi ini. Tentu saja, efektivitas proses perubahan warna dipengaruhi oleh musim dan kondisi cuaca, sehingga tidak selalu mempertahankan efek yang konsisten dan stabil.

Secara umum, pada cuaca cerah, intensitas sinar ultraviolet lebih kuat, menyebabkan reaksi fotokromik yang lebih intens, dan lensa menjadi lebih gelap secara signifikan. Sebaliknya, pada hari berawan, ketika sinar UV dan intensitas cahaya lebih lemah, lensa tampak lebih terang. Selain itu, seiring kenaikan suhu, warna lensa fotokromik secara bertahap menjadi lebih terang. Sebaliknya, ketika suhu turun, lensa secara bertahap menjadi lebih gelap. Hal ini karena pada suhu yang lebih tinggi, ion perak dan ion halida, yang sebelumnya terurai, direduksi kembali menjadi perak halida di bawah energi tinggi, sehingga warna lensa menjadi lebih terang.

proses

Terkait lensa fotokromik, ada beberapa pertanyaan umum dan poin pengetahuan yang perlu diketahui:

Apakah lensa fotokromik memiliki transmisi cahaya/kejernihan yang lebih rendah dibandingkan lensa biasa?

Lensa fotokromik berkualitas tinggi benar-benar tidak berwarna saat tidak diaktifkan dan tidak memiliki transmisi cahaya yang lebih rendah daripada lensa biasa.

Mengapa lensa fotokromik tidak berubah warna?

Kurangnya perubahan warna pada lensa fotokromik berkaitan dengan dua faktor: kondisi pencahayaan dan zat fotokromik (perak halida). Jika lensa tidak berubah warna bahkan dalam cahaya terang dan radiasi UV, kemungkinan besar zat fotokromik tersebut telah rusak.

Apakah efek perubahan warna pada lensa fotokromik akan memburuk seiring waktu?

Seperti lensa kontak biasa, lensa fotokromik juga memiliki masa pakai. Dengan perawatan yang tepat, lensa ini umumnya dapat bertahan lebih dari 2-3 tahun.

Mengapa lensa fotokromik menjadi lebih gelap secara permanen seiring waktu?

Jika lensa fotokromik menggelap seiring waktu dan tidak dapat sepenuhnya kembali transparan, itu karena zat fotokromiknya tidak dapat kembali ke keadaan semula setelah berubah warna, sehingga menghasilkan warna sisa. Fenomena ini lebih umum terjadi pada lensa berkualitas rendah, sedangkan lensa fotokromik berkualitas baik tidak akan mengalami masalah ini.

Mengapa lensa abu-abu paling umum di pasaran?

Lensa abu-abu dapat menyerap sinar inframerah dan 98% sinar UV. Keunggulan terbesar lensa abu-abu adalah tidak mengubah warna asli objek, sehingga secara efektif mengurangi intensitas cahaya. Lensa ini menyerap cahaya secara merata di seluruh spektrum, sehingga objek tampak lebih gelap tetapi tanpa distorsi warna yang signifikan, memberikan pandangan yang nyata dan alami. Selain itu, abu-abu adalah warna netral, cocok untuk semua orang, sehingga lebih populer di pasaran.


Waktu posting: 11 Januari 2024